NURLISA
Cinta
memang sukar untuk ditebak, kadang yang kita rasa indah malah nyatanya
menikam! Begitu pula yang kita rasa buruk ternyata membuai dan membuat
terlena. Itulah cinta yang dengan lima huruf nya mampu membuat langit
bersujud kepada bumi dan matahari tenggelam di timur ! subhanallah aku
mencintai seseorang yang menciptakan cinta dengan cinta secinta cinta
nya. Dan bukan cinta yang telah di bumbui dengan nafsu birahi belaka.
Cinta
ku setinggi langit, seluas bumi dan sedalam laut. Cinta yang hanya
kuberikan pada Allah, pada utusan-utusan nya, pada ke dua orang tua ku,
pada seluruh keluarga ku , pada seluruh guru-guru ku dan pada seseorang
yang di takdirkan ALLAH menjadi tulang rusukku.
Terlalu
rumit membicarakan cinta karena secara alamiah semua di muka bumi ini
di ciptakan karena cinta. Langit, bumi, bulan, bintang, ayah, ibu, aku
dan kamu semuanya di ciptakan berdasarkan kekuatan cinta hingga kelak
pun semuanya itu akan di musnah kan dengan penuh kecintaan pula.
Jadi hargailah cinta sebagai mana kau hargai sang pencipta yang telah menciptakan cinta.
Aku
masih terlalu asik melukis wajah NURLISA di atas kertas-kertas ku,
sambil sesekali menatap wajah nya untuk memastikan apakah dia masih
duduk manis menjadi model lukisan ku apa tidak? Walau sebenarnya aku
sedikit kasihan pada nya karena dia harus duduk berlama-lama sambil
tersenyum manis hanya untuk sebuah lukisan, lukisan yang akan menjadi
lukisan ke seratus setiap aku bertemunya.
Aku
terus melukis dengan sepenuh hati, kucurahkan semua perasaan ku agar
lukisan ku kali ini benar-benar tampak indah, walau memang tak akan
seindah paras aslinya. Karena pelukis terhandal di dunia ini sekalipun
tak akan mampu melukis indahnya mata seindah mata nurlisa, ranum nya
bibir seranum bibir nurlisa, manis nya senyum semanis senyum nurlisa dan
lembut nya akhlak selembut akhlak gadis yang kini menjadi bidadari
surga dalam bunga tidurku itu.
Yahhh
,,,,,,,, dia lah gadis impianku. gadis yang telah setengah tahun
belakangan ini menjadi teman di kehidupku yang penuh dengan kegalauan,
walau sejatinya dia hanya dapat ku temui setiap aku tidur ( bermimpi),
namun semua itu tak memupuskan harapan ku untuk memiliki nya walau hanya
dalam mimpi. Karena cinta (subjektif) adalah ungkapan etika dan
estetika kepada lawan jenis. sedangkan dia adalah lawan jenis ku hanya saja dia masih maya dan belum tampak di dunia nyata.
Jadi Salah kah aku mempunyai rasa itu?? kurasa tidak ! ! karena aku yakin dia nyata !. walau mungkin Allah belum mengijinkan nya saja untuk aku dapat menjumpai nya di dunia ini sebagai mana dulu adam menjumpai sang hawa setelah sekian lama menanggung beban kesendirian!
Aku
tetap melukis nurlisa dengan bahagia, tapi ketika aku ingin menatap
wajahnya kembali, kulihat dia sudah tidak ada. Aku pun panik dan mencoba
bangkit dari tempat duduk untuk mencarinya tapi seketika kurasa kan ada
goncangan keras yang melanda tubuh ku,
Dan…………”Yusuf,Yusuf,Yusuf,,,,Bangun nak,Bangun!!” suara ibuku yang serak
membuat aku tersadar dari tidur ku.
“Aku dimana bu” tanya ku masih di liputi kebingugan
“ kamu di rumah nak !” jawab ibuku
“Nurlisa mana bu” tanyaku lagi
“dia tidak ada nak!”
“tidak
bu ! tadi Yusuf baru saja bersama nya diteras rumah. Yusuf melukis
wajah nya tapi tiba-tiba dia menghilang entah kemana, makanya yusuf
panik mencarinya”
“
sudah lah nak,,,kamu harus sadar dia hanya mimpi bagi mu dan bukan lah
nyata! Jadi segeralah lupakan dia ! ibu tidak mau setiap kamu bangun
tidur kamu selalu menanyakan nya.!”
“Tapi
aku yakin dia nyata bu! Buktinya selama setengah tahun ini setiap aku
bermimpi, aku selalu memimpikan nya! Hampir setiap waktu juga hanya
dirinya yang menemani bunga tidur ku”
“
Tapi kenyataan nya sampai sekarang dia masih tak ada kan dalam dunia
nyata dan sekejap pun kamu belum pernah melihatnya !!” bantah ibuku yang
seketika membuat ku bisu tak tau harus menjawab apa.
Aku hanya bisa tertunduk lesu. Namun tak lama ibu bereaksi kembali:
“
sudahlah Yusuf,, jangan lagi memikirkan nya mending kamu sekarang cepat
sholat dzuhur dan siap-siap ikut ibu ke rumah paman mu di jember!”
“memangnya ada apa bu?” tanyaku mengerutkan kening.
“apakah
kamu lupa kalau sepupu mu Faizal nanti malam akan melangsungkan
pernikahan dengan gadis yang dijodohkan ayah nya !” jawab ibu pelan
“ohhh iya ya ! maaf yusuf lupa bu”
“ya sudah tidak apa-apa, mending sekarang kamu siap-siap sana!” perintah ibuku sambil ngeloyor pergi meninggalkan aku.
tak lama berselang akupun langsung bergegas ke kamar mandi untuk selanjutnya bersiap-siap.
Matahari
masih terasa agak menyengat ketika sekitar jam tiga sore aku berangkat
bersama ibu ke jember. Perjalanan dari Malang ke jember memang cukup
jauh. Mungkin di butuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai disana.
Maka dari itu ibu menyuruh ku agak cepat menyetir. Dan betul juga
perkiraanku, karena sekitar jam setengah enam sore aku telah tiba di
rumah faizal dengan selamat.
Adzan
maghrib rupanya ikut menyambut kedatangan ku dan ibu di rumah faizal.
Dan hal itu membuat aku dan ibu memutuskan untuk segera ikut sholat
berjamaah bersama keluarga besar faizal, namun aku yang berhadats kecil
mohon pamit terlebih dahulu untu mengambil wudhu.
Baru
saja aku melangkah keluar dari toilet setelah mengambil wudhu,
tiba-tiba kurasakan tubuh ku bertabrakan dengan tubuh seseorang hingga
kami berdua sama-sama terjatuh. Aku yang segera berdiri untuk meminta
maaf pun seakan tak percaya ketika aku menatap wajah orang yang berada
di hadapan ku.
“ Nurlisa!” ucapku kaku serasa aku kembali berada dalam taman mimpi.
Gadis
itu tak bereaksi apapun. Dia hanya terdiam sambil menatap lekat mataku,
aku tak tahu apa yang ia fikirkan, tapi tiba-tiba ada dua butir Kristal
bening mengalir dari mata nya.
“ kamu Nurlisa kan?” tanya ku menggebu-gebu.
Dia masih juga tak bereaksi. Malah tangis nya semakin deras membuat aku tambah terhipnotis.
Ku tatap lekat dia kembali, namun kurasakan ada nada-nada kesedihan mengalir di relung hatinya setelah melihat ku.
“ tolong jawab! KAMU NURLISA KAN ?” kalimat itu terulang lagi bagai semilir angin malam yang membalut kesepian ku.
“ A,,a,,,A,,ku” !! jawab nya gagap seolah ingin memastikan sesuatu.
“aku bukan nurlisa !” akhirnya kalimat singkat itu benar-benar keluar dari bibir nya.
“tapi
kenapa kamu menangis jika kamu bukan nurlisa??” interogasi ku dengan
mata yang mulai berkaca-kaca sebab tak mampu menerima kenyataan bahwa
dia bukan lah gadis khayalan dalam mimpiku.
“A,,,a,,a,,ku” dia kembali tergagap sambil langsung menghapus air matanya.
“ Aku Cuma kelilipan saja makanya aku mengeluarkan air mata !” jawab nya ragu-ragu..
Aku memberanikan diri menangkap tangan nya dan berlutut di hadapan gadis terindah itu.
“
Bersumpah lah jika kau memang benar-benar bukan nurlisa!! karena harus
kamu ketahui jika selama ini aku selalu bermimpi bertemu dengan seorang
gadis yang membuat ku faham arti cinta sebenarnya, membuat ku mengerti arti kehidupan dan membuat ku menyadari arti bagaimana mengahargai cinta.
Dan tahukah kau jika wanita itu sama persis dengan wanita yang berada di hadapan ku kali ini !”
Akhirnya
aku dan dia sama-sama tak bisa menyembunyikan kesedihan. Aku yang
sedang berlutut dihadapannya menagis pilu sambil berharap apa yang
barusan dikatakan nya adalah sebuah kebohongan belaka. Dia pun menangis
terharu menyaksikan betapa gigih nya aku meyakinkan bahwa yang aku lihat
memang benar nurlisa, gadis yang menjadi bunga mimpi ku selama ini.
Sampai akhirnya setelah sekian lama kami terdiam membisu. dengan air mata yang menemani kegalauan dan keheningan, ia mau berucap lirih :
“iya
mas Yusuf a,,a,,ku Nurlisa,,, aku juga mengalami apa yang mas rasakan.
Yakni aku selalu memipikan tentang mu Mas, memimpikan menjalani hubungan
dalam dunia yang hanya ALLAH yang memahaminya. harus mas ketahui pula
jika selama itu aku terus berharap untuk dapat bertemu mas di dunia
nyata namun semuanya sia-sia karena orang tua ku berfikir itu hanya
sebuah bunga tidur belaka, sampai akhirnya aku harus menerima kenyataan
terpahit dalam perjalanan hidupku….” dia tak melanjutkan kata-kata nya
melainkan semakin pilu menahan isak tangis nya.
Aku menengadah mencoba mencari tau potongan kalimat yang belum terselesaikan.
“kenyataan apa dik nurlisa?” tanya ku setelah sekian lama terdiam.
“kenyataan bahwa bahwa aku akan di khitbah (di pinang) orang laen” !
“Apa!” aku terperangah bagai merasakan sengatan listrik di tubuh ku.
“iya mas. Aku kini telah di jodohkan dengan mas faizal yang kata nya adalah sepupu mas yusuf.”
Aku
terdiam senyap mendengar lanjutan kalimat nurlisa itu. Hingga ku
rasakan matahari seakan terbit dari barat, langit runtuh dan seluruh isi
alam bertabrakan sebagaimana kelak yang akan terjadi.
Aku
lantas segera melepaskan genggaman tangan ku seraya mencoba menyadarkan
perasaan ku yang terlelap bahwa dia sekarang kini adalah milik sepupuku
dan bukan lagi milikku dalam dunia mimpi.
“Maaf
kan aku mas jika aku tak mampu bertahan dengan semua cobaan ini,
bukannya aku tidak mau menjaga janji yang telah kita ucap dalam mimpi
kita. tapi ini lah aku ! Siti Nurbaya dalam era globalisasi. Siti
nurbaya yang tak mampu berbuat apa-apa untuk meraih kebahagiaan nya
karena kehendak orang tua yang menggunung, tapi harus mas ketahui jika
selama hidupku aku tak pernah berharap sebesar aku mengharap kan mas
yusuf hadir dalam hidupku walau kini semuanya tak seindah mimpi yang
kita jalani.”
Aku
semakin terpuruk mendengar apa yang di katakan gadis pelipur laraku
itu. Ku rasakan sesal dan sakit yang mendalam menusuk kalbu, hingga
seakan tak percaya jika ia sebentar lagi benar-benar akan menjadi milik
orang lain. Aku pun tertunduk lesu sambil berdoa jika ini hanyalah
mimpi. Mimpi yang sekian lama ini menemani kesendirian ku dan mimpi yang
telah hantarkan ku kedalam sebuah kematangan hidup.
“ Oh tuhan kenapa semua ini terjadi padaku”?? desis ku parau
Namun
belum selesai aku melanjutkan kata-kata ku dia rupanya telah berlalu
pergi dengan membawa kegalauan seperti apa yang aku rasakan.
@##&&&*@#$%^&
Jam
telah menunjukkan jam tujuh lewat lima belas. Aku yang baru saja
menyelesaikan sholat maghrib dan isya masih kembali tak percaya akan apa
yang aku alami tadi. Aku pun terus tertunduk di atas sajadah sambil
menahan tangis yang seolah tak mau berhenti mengalir. Dan di sela tangis
ku itu aku sempatkan untuk berdoa:
“Ya
ALahh ya rabbul izzati, yang menjadi hakim di atas hakim, yang menjadi
raja di atas raja dan yang menciptakan cinta di atas cinta. Ya AllAH
engkau lah yang maha segala mengetahui atas apa yang aku tak tahu, hamba
mohon ya Allah bimbinglah selalu hamba dalam jalan yang benar, berikan
lah ketabahan serta kesabaran jika memang semua yang hamba alami tadi
adalah benar-benar nyata. Dan Berikan pula ketabahan dan kebahagiaan
kepada nurlisa agar dia bisa menjadi wanita yang di rindukan oleh surga
mu.
Demi
namamu ya allah hamba sangat mncintai nya dan sangat memuja nya, namun
semua itu bukan berarti hamba harus memilikinya bukan, karena hamba
yakin semua yang di tentukan mu adalah sesuatu yang terbaik buat hamba
dan dia. jadi hamba serahkan sepenuh nya padamu ya allah karena hanya
engkau lah dzat yang mengerti dan memahami semua yang terjadi di langit
dan di bumi. Sekali lagi tabah kan lah hati hamba ya allah untuk
menerima semua kenyataan ini….Rabbana atina fiddun ya khasanah wabil
akhiraati khasanah wakina ‘adza bennar1”
Aku
kembali menagis haru karena lagi-lagi allah masih menjadi penyelamat
bagiku. Penyelamat keluarga ku dan penyelamat tali silaturrahim ku
dengan faizal. Biarlah ku ikhlas kan nurlisa menjadi yang halal bagi
faizal, karena sejatinya cinta kadang di buktikan dengan keikhlasan
melihat orang yang kita cintai bersama orang laen.walau sejujur nya
berat melihat orang yang kita cintai bersanding dengan orang laen, namun
itulah konsekuensi cinta. Jika kita berani mencinta maka kita berani
pula menderita.
!@#$%^&*()_@#
Resepsi pernikahan antara Muhammad faizal bin abdul latif dan Siti nurlisa binti usman fauzi lima
belas menit lagi akan di mulai. Aku yang terduduk lesu tiba-tiba di
kaget kan suara paman yang meminta agar aku membacakan ayat-ayat suci
Alquran secara tartil. Mungkin paman tahu kalau aku dulu pernah juara
membaca Alquran Se Malang raya. Makanya dia lantas menyuruh ku.
Aku yang tak bisa menolak pun akhirnya maju dan menuruti apa yang paman minta.
Ku
buka mushaf sekaligus firman-firman terindah Allah itu. dan suaraku
yang pilu mulai melantunkan teriakan-teriakan kematian atas hatiku yang
kehilangan Nurlisa ,
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara
kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miski ALLAH akan mengayakan
mereka dengan karunia nya. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)”
kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miski ALLAH akan mengayakan
mereka dengan karunia nya. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)”
Di lanjutkan :
“
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)
Sungguh
semua tamu undangan menangis pilu mendengar jeritan hati yang kubalut
dalam pembacaan ayat-ayat suci Alquran itu. Apalagi Nurlisa, dia seolah
tak mampu menyembunyikan kesedihan nya yang sangat dalam saat ku
haturkan sebait doa untuk nya dan Faizal usai membaca alquran.
Hanya
tangisan dan kebisuan bibir yang mewakili perasaan nya. hingga aku pun
seakan di buat terjelembab ke dalam neraka jahannam oleh keadaan seperti
itu. Apalagi ketika ku dengar suara faizal telah selesai meng akad
nikah gadis impian ku itu. Ku rasa kiamat hati telah memporak porandakan
bumi jiwa dan langit batinku hingga aku tak sadar melangkah keluar dari
acara yang belum usai itu.
Aku pergi jauh.Entah kemana ? namun ditempat itu aku berlutut dan berteriak meminta keadilan:
“ Ya ALLAH mengapa semua ini terjadi?”
“Mengapa mimpi yang baru saja dimulai kini telah usai”
“Mengapa pertemuan yang seakan seribu tahun ku nanti telah berganti perpisahan lagi”
“Dan mengapa ketika perasaan itu tumbuh kemarau perpisahan melanda semuanya”
“Mengapa ya Allah ?mengapa?”
“PadaHal
engkau Maha Kuasa! Karena jika engkau mau matahari bisa terbit dari
barat dan tenggelam dari timur, langit bisa bersujud di bumi dan bulan
yang bergantung bisa runtuh.
“Jadi apa susah nya ya Allah membuat semuanya berubah ? apa susahnya?”
Aku
tersedu menahan isak tangis. Rasa nya aku ingin mati saja. Karena ku
fikir tak ada guna lagi aku hidup tanpa dia,tanpa hembusan nafas nya,
dan tanpa senyum indahnya.
Aku yang nekat pun akhirnya menabrakan tubuhku ke truk Dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
“BRUKKKKKKK”
…. Aku terjatuh dari ranjang tidurku.sambil mengucek-ngucek mata aku
kembali mengingat semua yang terjadi. Namun aku akhinya tertawa sendiri
karena yang ku alami adalah bermimpi di dalam mimpi
,,,,,,,hehehehehehehehehehehehehehhE CKCKCKCKCKCK
TAMAT



Tidak ada komentar:
Posting Komentar