Rabu, 28 November 2012

NURLISA



NURLISA


Cinta memang sukar untuk ditebak, kadang yang kita rasa indah malah nyatanya menikam! Begitu pula yang kita rasa buruk ternyata membuai dan membuat terlena. Itulah cinta yang dengan lima huruf nya mampu membuat langit bersujud kepada bumi dan matahari tenggelam di timur ! subhanallah aku mencintai seseorang yang menciptakan cinta dengan cinta secinta cinta nya. Dan bukan cinta yang telah di bumbui dengan nafsu birahi belaka.
Cinta ku setinggi langit, seluas bumi dan sedalam laut. Cinta yang hanya kuberikan pada Allah, pada utusan-utusan nya, pada ke dua orang tua ku, pada seluruh keluarga ku , pada seluruh guru-guru ku dan pada seseorang yang di takdirkan ALLAH menjadi tulang rusukku.
Terlalu rumit membicarakan cinta karena secara alamiah semua di muka bumi ini di ciptakan karena cinta. Langit, bumi, bulan, bintang, ayah, ibu, aku dan kamu semuanya di ciptakan berdasarkan kekuatan cinta hingga kelak pun semuanya itu akan di musnah kan dengan penuh kecintaan pula.
Jadi hargailah cinta sebagai mana kau hargai sang pencipta yang telah menciptakan cinta.


Aku masih terlalu asik melukis wajah NURLISA di atas kertas-kertas ku, sambil sesekali menatap wajah nya untuk memastikan apakah dia masih duduk manis menjadi model lukisan ku apa tidak? Walau sebenarnya aku sedikit kasihan pada nya karena dia harus duduk berlama-lama sambil tersenyum manis hanya untuk sebuah lukisan, lukisan yang akan menjadi lukisan ke seratus setiap aku bertemunya.
Aku terus melukis dengan sepenuh hati, kucurahkan semua perasaan ku agar lukisan ku kali ini benar-benar tampak indah, walau memang tak akan seindah paras aslinya. Karena pelukis terhandal di dunia ini sekalipun tak akan mampu melukis indahnya mata seindah mata nurlisa, ranum nya bibir seranum bibir nurlisa, manis nya senyum semanis senyum nurlisa dan lembut nya akhlak selembut akhlak gadis yang kini menjadi bidadari surga dalam bunga tidurku itu.
Yahhh ,,,,,,,, dia lah gadis impianku. gadis yang telah setengah tahun belakangan ini menjadi teman di kehidupku yang penuh dengan kegalauan, walau sejatinya dia hanya dapat ku temui setiap aku tidur ( bermimpi), namun semua itu tak memupuskan harapan ku untuk memiliki nya walau hanya dalam mimpi. Karena cinta (subjektif) adalah ungkapan etika dan estetika kepada lawan jenis. sedangkan dia adalah lawan jenis ku  hanya saja dia masih maya dan belum tampak di dunia nyata.
Jadi Salah kah aku mempunyai rasa itu??  kurasa tidak ! ! karena aku yakin dia nyata !. walau mungkin Allah belum mengijinkan nya saja untuk aku  dapat menjumpai nya di dunia ini sebagai mana dulu adam menjumpai sang hawa setelah sekian lama menanggung beban kesendirian!
Aku tetap melukis nurlisa dengan bahagia, tapi ketika aku ingin menatap wajahnya kembali, kulihat dia sudah tidak ada. Aku pun panik dan mencoba bangkit dari tempat duduk untuk mencarinya tapi seketika kurasa kan ada goncangan keras yang melanda tubuh ku, Dan…………”Yusuf,Yusuf,Yusuf,,,,Bangun nak,Bangun!!” suara ibuku yang serak membuat aku tersadar dari tidur ku.
“Aku dimana bu” tanya ku masih di liputi kebingugan
“ kamu di rumah nak !” jawab ibuku
“Nurlisa mana bu” tanyaku lagi
“dia tidak ada nak!”
“tidak bu ! tadi Yusuf baru saja bersama nya diteras rumah. Yusuf melukis wajah nya tapi tiba-tiba dia menghilang entah kemana, makanya yusuf panik mencarinya”
“ sudah lah nak,,,kamu harus sadar dia hanya mimpi bagi mu dan bukan lah nyata! Jadi segeralah lupakan dia ! ibu tidak mau setiap kamu bangun tidur kamu selalu menanyakan nya.!”
“Tapi aku yakin dia nyata bu! Buktinya selama setengah tahun ini setiap aku bermimpi, aku selalu memimpikan nya! Hampir setiap waktu juga hanya dirinya yang menemani bunga tidur ku”

“ Tapi kenyataan nya sampai sekarang dia masih tak ada kan dalam dunia nyata dan sekejap pun kamu belum pernah melihatnya !!” bantah ibuku yang seketika membuat ku bisu tak tau harus menjawab apa.
Aku hanya bisa tertunduk lesu. Namun tak lama ibu bereaksi kembali:
“ sudahlah Yusuf,, jangan lagi memikirkan nya mending kamu sekarang cepat sholat dzuhur dan siap-siap ikut ibu ke rumah paman mu di jember!”
“memangnya ada apa bu?” tanyaku mengerutkan kening.
“apakah kamu lupa kalau sepupu mu Faizal nanti malam akan melangsungkan pernikahan dengan gadis yang dijodohkan ayah nya !” jawab ibu pelan
“ohhh iya ya ! maaf yusuf lupa bu”
“ya sudah tidak apa-apa, mending sekarang kamu siap-siap sana!” perintah ibuku sambil ngeloyor pergi meninggalkan aku.
tak lama berselang akupun langsung bergegas ke kamar mandi untuk selanjutnya bersiap-siap.
Matahari masih terasa agak menyengat ketika sekitar jam tiga sore aku berangkat bersama ibu ke jember. Perjalanan dari Malang ke jember memang cukup jauh. Mungkin di butuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai disana. Maka dari itu ibu menyuruh ku agak cepat menyetir. Dan betul juga perkiraanku, karena sekitar jam setengah enam sore aku telah tiba di rumah faizal dengan selamat.
Adzan maghrib rupanya ikut menyambut kedatangan ku dan ibu di rumah faizal. Dan hal itu membuat aku dan ibu memutuskan untuk segera ikut sholat berjamaah bersama keluarga besar faizal, namun aku yang berhadats kecil mohon pamit terlebih dahulu untu mengambil wudhu.
Baru saja aku melangkah keluar dari toilet setelah mengambil wudhu, tiba-tiba kurasakan tubuh ku bertabrakan dengan tubuh seseorang hingga kami berdua sama-sama terjatuh. Aku yang segera berdiri untuk meminta maaf pun seakan tak percaya ketika aku menatap wajah orang yang berada di hadapan ku.
“ Nurlisa!” ucapku kaku serasa aku kembali berada dalam taman mimpi.
Gadis itu tak bereaksi apapun. Dia hanya terdiam sambil menatap lekat mataku, aku tak tahu apa yang ia fikirkan, tapi tiba-tiba ada dua butir Kristal bening mengalir dari mata nya.
“ kamu Nurlisa kan?” tanya ku menggebu-gebu.
Dia masih juga tak bereaksi. Malah tangis nya semakin deras membuat aku tambah terhipnotis.
Ku tatap lekat dia kembali, namun  kurasakan ada nada-nada kesedihan mengalir di relung hatinya setelah melihat ku.
“ tolong jawab! KAMU NURLISA KAN ?” kalimat itu terulang lagi bagai semilir angin malam yang  membalut kesepian ku.
“ A,,a,,,A,,ku” !! jawab nya gagap seolah ingin memastikan sesuatu.
“aku bukan nurlisa !” akhirnya kalimat singkat itu benar-benar keluar dari bibir nya.
“tapi kenapa kamu menangis jika kamu bukan nurlisa??” interogasi ku dengan mata yang mulai berkaca-kaca sebab tak mampu menerima kenyataan bahwa dia bukan lah gadis khayalan dalam mimpiku.
“A,,,a,,a,,ku” dia kembali tergagap sambil langsung menghapus air matanya.
“ Aku Cuma kelilipan saja makanya aku mengeluarkan air mata !” jawab nya ragu-ragu..
Aku memberanikan diri menangkap tangan nya dan berlutut di hadapan gadis terindah itu.
“ Bersumpah lah jika kau memang benar-benar bukan nurlisa!! karena harus kamu ketahui jika selama ini aku selalu bermimpi bertemu dengan seorang gadis yang membuat ku faham arti cinta sebenarnya,  membuat ku mengerti arti kehidupan dan membuat ku menyadari arti bagaimana mengahargai cinta.
Dan tahukah kau jika wanita itu sama persis dengan wanita yang berada di hadapan ku kali ini  !”
Akhirnya aku dan dia sama-sama tak bisa menyembunyikan kesedihan. Aku yang sedang berlutut dihadapannya menagis pilu sambil berharap apa yang barusan dikatakan nya adalah sebuah kebohongan belaka. Dia pun menangis terharu menyaksikan betapa gigih nya aku meyakinkan bahwa yang aku lihat memang benar nurlisa, gadis yang menjadi bunga mimpi ku selama ini.
Sampai akhirnya setelah sekian lama kami terdiam membisu. dengan air mata  yang menemani kegalauan dan keheningan, ia mau berucap lirih :
“iya mas Yusuf a,,a,,ku Nurlisa,,, aku juga mengalami apa yang mas rasakan. Yakni aku selalu memipikan tentang mu Mas, memimpikan menjalani hubungan dalam dunia yang hanya ALLAH yang memahaminya. harus mas ketahui pula jika selama itu aku terus berharap untuk dapat bertemu mas di dunia nyata namun semuanya sia-sia karena orang tua ku berfikir itu hanya sebuah bunga tidur belaka, sampai akhirnya aku harus menerima kenyataan terpahit dalam perjalanan hidupku….” dia tak melanjutkan kata-kata nya melainkan semakin pilu menahan isak tangis nya.
Aku menengadah mencoba mencari tau potongan kalimat yang belum terselesaikan.
“kenyataan apa dik nurlisa?” tanya ku setelah sekian lama terdiam.
“kenyataan bahwa bahwa aku akan di khitbah (di pinang) orang laen” !
“Apa!” aku terperangah bagai merasakan sengatan listrik di tubuh ku.
“iya mas. Aku kini telah di jodohkan dengan mas faizal yang kata nya adalah sepupu mas yusuf.”
Aku terdiam senyap mendengar lanjutan kalimat nurlisa itu. Hingga ku rasakan matahari seakan terbit dari barat, langit runtuh dan seluruh isi alam bertabrakan sebagaimana kelak yang akan terjadi.
Aku lantas segera melepaskan genggaman tangan ku seraya mencoba menyadarkan perasaan ku yang terlelap bahwa dia sekarang kini adalah milik sepupuku dan bukan lagi milikku dalam dunia mimpi.
“Maaf kan aku mas jika aku tak mampu bertahan dengan semua cobaan ini, bukannya aku tidak mau menjaga janji yang telah kita ucap dalam mimpi kita. tapi ini lah aku ! Siti Nurbaya dalam era globalisasi. Siti nurbaya yang tak mampu berbuat apa-apa untuk meraih kebahagiaan nya karena kehendak orang tua yang menggunung, tapi harus mas ketahui jika selama hidupku aku tak pernah berharap sebesar aku mengharap kan mas yusuf hadir dalam hidupku walau kini semuanya tak seindah mimpi yang kita jalani.”
Aku semakin terpuruk mendengar apa yang di katakan gadis pelipur laraku itu. Ku rasakan sesal dan sakit yang mendalam menusuk kalbu, hingga seakan tak percaya jika ia sebentar lagi benar-benar akan menjadi milik orang lain. Aku pun tertunduk lesu sambil berdoa jika ini hanyalah mimpi. Mimpi yang sekian lama ini menemani kesendirian ku dan mimpi yang telah hantarkan ku kedalam sebuah kematangan hidup.
“ Oh tuhan kenapa semua ini terjadi padaku”?? desis ku parau
Namun belum selesai aku melanjutkan kata-kata ku dia rupanya telah berlalu pergi dengan membawa kegalauan seperti apa yang aku rasakan.
@##&&&*@#$%^&
               
Jam telah menunjukkan jam tujuh lewat lima belas. Aku yang baru saja menyelesaikan sholat maghrib dan isya masih kembali tak percaya akan apa yang aku alami tadi. Aku pun terus tertunduk di atas sajadah sambil menahan tangis yang seolah tak mau berhenti mengalir. Dan di sela tangis ku itu aku sempatkan untuk berdoa:
“Ya ALahh ya rabbul izzati, yang menjadi hakim di atas hakim, yang menjadi raja di atas raja dan yang menciptakan cinta di atas cinta. Ya AllAH engkau lah yang maha segala mengetahui atas apa yang aku tak tahu,  hamba mohon ya Allah bimbinglah selalu hamba dalam jalan yang benar, berikan lah ketabahan serta kesabaran jika memang semua yang hamba alami tadi adalah benar-benar nyata. Dan Berikan pula ketabahan dan kebahagiaan kepada nurlisa agar dia bisa menjadi wanita yang di rindukan oleh surga mu. 
Demi namamu ya allah hamba sangat mncintai nya dan sangat memuja nya, namun semua itu bukan berarti hamba harus memilikinya bukan, karena hamba yakin semua yang di tentukan mu adalah sesuatu yang terbaik buat hamba dan dia. jadi hamba serahkan sepenuh nya padamu ya allah karena hanya engkau lah dzat yang mengerti dan memahami semua yang terjadi di langit dan di bumi. Sekali lagi tabah kan lah hati hamba ya allah untuk menerima semua kenyataan ini….Rabbana atina fiddun ya khasanah wabil akhiraati khasanah wakina ‘adza bennar1”

Aku kembali menagis haru karena lagi-lagi allah masih menjadi penyelamat bagiku. Penyelamat keluarga ku dan penyelamat tali silaturrahim ku dengan faizal. Biarlah ku ikhlas kan nurlisa menjadi yang halal bagi faizal, karena sejatinya cinta kadang di buktikan dengan keikhlasan melihat orang yang kita cintai bersama orang laen.walau sejujur nya berat melihat orang yang kita cintai bersanding dengan orang laen, namun itulah konsekuensi cinta. Jika kita berani mencinta maka kita berani pula menderita.
!@#$%^&*()_@#

          Resepsi pernikahan antara Muhammad faizal bin abdul latif dan Siti nurlisa binti usman fauzi  lima belas menit lagi akan di mulai. Aku yang terduduk lesu tiba-tiba di kaget kan suara paman yang meminta agar aku membacakan ayat-ayat suci Alquran secara tartil. Mungkin paman tahu kalau aku dulu pernah juara membaca Alquran Se Malang raya. Makanya dia lantas menyuruh ku.
Aku yang tak bisa menolak pun akhirnya maju dan menuruti apa yang paman minta.
Ku buka mushaf sekaligus firman-firman terindah Allah itu. dan suaraku yang pilu mulai melantunkan teriakan-teriakan kematian atas hatiku yang kehilangan Nurlisa ,

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara
kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miski ALLAH akan mengayakan
mereka dengan karunia nya. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)”



Di lanjutkan :


“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia
menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)



Sungguh semua tamu undangan menangis pilu mendengar jeritan hati yang kubalut dalam pembacaan ayat-ayat suci Alquran itu. Apalagi Nurlisa, dia seolah tak mampu menyembunyikan kesedihan nya yang sangat dalam saat ku haturkan sebait doa untuk nya dan Faizal usai membaca alquran.
 Hanya tangisan dan kebisuan bibir yang mewakili perasaan nya. hingga aku pun seakan di buat terjelembab ke dalam neraka jahannam oleh keadaan seperti itu. Apalagi ketika ku dengar suara faizal telah selesai meng akad nikah gadis impian ku itu. Ku rasa kiamat hati telah memporak porandakan bumi jiwa dan langit batinku hingga aku tak sadar melangkah keluar dari acara yang belum usai itu.
Aku pergi jauh.Entah kemana ? namun ditempat itu aku berlutut dan berteriak meminta keadilan:

“ Ya ALLAH mengapa semua ini terjadi?”
“Mengapa mimpi yang baru saja dimulai kini telah usai”
“Mengapa pertemuan yang seakan seribu tahun ku nanti telah berganti perpisahan lagi”
“Dan mengapa ketika perasaan itu tumbuh kemarau perpisahan melanda semuanya”
“Mengapa ya Allah ?mengapa?”
“PadaHal engkau Maha Kuasa! Karena jika engkau mau matahari bisa terbit dari barat dan tenggelam dari timur, langit bisa bersujud di bumi dan bulan yang bergantung bisa runtuh.
“Jadi apa susah nya ya Allah membuat semuanya berubah ? apa susahnya?”



Aku tersedu menahan isak tangis. Rasa nya aku ingin mati saja. Karena ku fikir tak ada guna lagi aku hidup tanpa dia,tanpa hembusan nafas nya, dan tanpa senyum indahnya.
Aku yang nekat pun akhirnya menabrakan tubuhku ke truk Dan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
“BRUKKKKKKK” …. Aku terjatuh dari ranjang tidurku.sambil mengucek-ngucek mata aku kembali mengingat semua yang terjadi. Namun aku akhinya tertawa sendiri karena yang ku alami adalah bermimpi di dalam mimpi ,,,,,,,hehehehehehehehehehehehehehhE CKCKCKCKCKCK

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar